Tuesday, September 04, 2007

Gen-3K (Komikus Kalang Kabut)

Konon katanya ada komikus generasi ketiga. Entah kenapa bahasa indonesia sekarang ini begitu muda meng-impor bahasa asing, dan melupakan yang sudah pernah ada. Mungkin malu rasanya atau terasa jadul (jaman dulu) dan kuno, berkarat atau basi.

Cergamis generasi sekarang ini, konon katanya generasi ketiga. Aku masih mencari-cari dimana karakteristik generasi ketiga itu, tapi tidak mengapalah karakter itu tidak penting katanya, identitas itu bukan instan, jadi generasi ketiga ini generasi proses, entah proses untuk menjadi apa aku tak tahu. Apa objektif dari generasi ketiga ini juga tidak aku tahu substansinya.

Tapi kalau sekilas melihat-lihat, izinkan aku dengan lancangnya mengkategorikan tiga macam komik yang ada di Indonesia (ugh, besarnya kepulauan indonesia).
1. Komik Mainstream. Singkat kata komik yang berhasil hadir di pasaran toko buku dengan cerita-cerita yang sesuai dengan 'demand' masyarakat.
2. Komik Grass-root. Pendek kata ini komik-komik yang tujuannya mempersoalkan segala persoalan yang menjadi persoalan atau pun tidak.
3. Sesuai dengan generasi proses, generasi ketiga maka komikus kalang kabut karena tidak dapat dipastikan apakah dia ada di 'mainstream' karena komiknya sesuai dengan demand tapi dipasarkan dengan cara independen, di lain pihak juga tidak dapat dikatakan grass root hanya karena underground dan dipasarkan secara independen, karena komiknya ini tidak punya substansi persoalan kemasyarakatan atau apapun persoalan selain ekspresi diri sendiri dan masalah diri sendiri yang ingin terkenal sebagai komikus.

jadi generasi komik ketiga ini singkatnya bukan permasalahan pada 'komik'nya tapi kepada kebutuhan pribadi si komikus. Jadi yang penting pada generasi komik ketiga ini adalah diri si komikus, apa substansi dan konteks dari sebuah komik tidak penting lagi, yang lebih penting komikus dibiarkan berkarya dan berproses untuk membuat dirinya dikenal dan terkenal sebagai tokoh komik nasional.