komik komersil non-komersil!?

Beberapa hari belakangan ini di forum milis komik ada wacana ttg komersialisasi komik. bagi saya issu ini adalah menggelikan. Bagaimana menjual komik dan atau bagaimana komik yg menjual itu bukanlah persoalan dalam menciptakan komik yg baik dan menarik. Komersialisasi komik adalah urusan bisnis murni. Ia adalah urusan bagaimana menempatkan sebuah produk komik di pasar, setiap produk mempunyai target capaian yg berbeda-beda sebagai ukuran kesuksesannya. Ukuran lakunya penjualan sebuah pesawat terbang komersil berbeda dgn ukuran lakunya pesawat tempur, masing2 ada targetnya.
Demikian juga dgn komik, setiap genre komik punya audiens yg berbeda-beda, adalah pekerjaan tim pemasaran utk memikirkan cara menemukan, meraih dan menggaet pangsa pasar bagi sebuah produk komik.

Laku tidaknya sebuah komik tidak serta merta mutlak menjadi ukuran kualitas sebuah karya komik, karena laku atau tidak adalah ukuran kuantitas penjualan sesebuah barang.
Sebuah teknologi yg baik sekalipun butuh strategi pemasaran yg tepat, dan berbagai taktik utk bertahan di pasaran. Jadi sesebuah karya komik yg berkualitas sekalipun butuh strategi pemasaran yg tepat. Dan membicarakan soal strategi pemasaran komik bukanlah persoalan bagaimana menciptakan karya komik yg bagus, itu adalah urusan bisnis.

Membicarakan teknologi yg baik dan berguna bukan berarti membicarakan pembuatan teknologi yg laku dijual, tetapi membicarakan teknologi dalam konteksnya sendiri. Demikian juga dgn komik yg bagus bukan berarti bicara soal bagaimana melariskan jualannya, tetapi kembali pada kajian komik itu sendiri.

Wacana cergam atau komik Indonesia hanya melulu berkenaan dgn wacana pasar. Kegagalan memahami pembaca, kegagalan memahami komik itu sendiri merupakan kegagalan dalam mengangkat cergam (komik Indonesia) sebagai karya yg distingtif.

Comments

Popular Posts